Rabu, 27 April 2011

Driver Mugen


Driver Mugen Untuk Pentium 4 Dengan Type :

Mugen 2525

Mugen 2600

Mugen 2700

Mugen 2800

Mugen 5400

Mugen 5500

Mugen 7300


Dibawah ini link untuk Installer Komputer Mugen yang saya punya dari CD Driver Asli Mugen. Didalamnya terdapat semua Driver Installer Type Mugen yang tersebut diatas.
Silakan mendownloadnya :


http://rapidshare.com/files/458441973/Mugen_Driver.part1.rar

http://rapidshare.com/files/459258256/Mugen_Driver.part2.rar
http://rapidshare.com/files/459333391/Mugen_Driver.part3.rar
http://rapidshare.com/files/459392223/Mugen_Driver.part4.rar


Terima kasih atas perhatiannya.

Selasa, 29 Maret 2011

Tsunami di Jepang


Hari Jum’at 11 Maret 2011, hari Jum’at yang cerah. Setelah menembus pagi, suatu informasi singkat masuk via Metro TV ,  Gempa 6,6 SR melanda Sumbawa Besar, NTB, dan terasakan di Bali. Tapi, gempa itu masih disebut gempa yang tidak  berbahaya karena terjadi di kedalaman lebih dari 500 km.

Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,  Tsunami Warning tidak perlu dikeluarkan BMKG . Meskipun demikian, di situs bmkg.go.id terjadi diskusi menarik mengenai info gempa yang dipublikasikan. Diskusi itu berkenaan dengan pertanyaan : kenapa gempa bumi skala kecil tidak diumumkan,  kata satu tamu di situs bmkg.go.id. Dengan diplomatis, pengurus situs itupun menjelaskan kalau gempa kecil umumnya tidak terlalu berbahaya jadi tidak perlu diumumkan karena bisa  membuat panik  masyarakat.

Itulah potongan informasi gempa di pagi hari Jumat itu. Seusai sholat Jum’at, sekitar pukul 14.00 waktu Indonesia, tiba-tiba muncul info gempa lagi. Kali ini dari Jepang dengan skala magtitude gempa 8,9 SR ! Informasi pun bergulir Tsunami Warning melanda seantero negara-negara pasifik.

Panik pun mulai terjadi, demikian juga di Indonesia bagian timur yang diduga bakal kena imbas gelombang tsunami gempa Jepang. Di Jepang Tsunami dikabarkan melanda wilayah pantai timur Jepang dan membuat kerusakkan di wilayah pantai sampai kota, dan daerah pertanian. Gempa yang kemudian disebut sebagai Gempa Honshu itu pun menjadi berita buruk yang menyebar luas melalui jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook dengan hashtag #PrayForJapan. Akhirnya berita gempabumi dahsyat yang memunculkan megatsunami itu hadir di setiap rumah menjadi Breaking News Gempa dan Tsunami Jepang.

Gempa tanggal 11 Maret 2011 tersebut merupakan gempa  terburuk sepanjang sejarah Jepang sejak tahun 1900 . Menurut US Geological Survey (USGS), gempa ini telah memindahkan pulau utama Jepang sejauh 2,4 meter dan me mengalihkan bumi dari porosnya. Kenneth Hudnut, seorang ahli geofisika dengan US Geological Survey (USGS) menyebutkan bahwa “Pada titik ini, kita tahu bahwa salah satu stasiun GPS pindah sejauh 8 kaki (2,4 meter), dan kita telah melihat peta dari GSI (Geospatial Information Authority) di Jepang menunjukkan pola pergeseran atas area yang luas konsisten dengan pergeseran di daratan”.

Laporan dari National Institute of Geophysics and Volcanology di Italia memperkirakan gempa berkekuatan 8,9 pada skala Ritchter telah menggeser bumi  pada porosnya dengan hampir 4 inci (10 cm).

Gempa kali ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah Jepang dengan mengantarkan gelombang tsunami melintasi Samudera Pasifik, memicu peringatan tsunami untuk 50 negarahingga pantai barat Kanada, Amerika Serikat, dan Chile. Gempa tanggal 11 Maret 2011  memicu lebih dari 160 gempa susulan dalam 24 jam pertama – 141 berkekuatan 5,0 skala Richter atau lebih.

Gempa itu terjadi akibat kerak bumi pecah di sepanjang wilayah seluas 64 ribu km persegi  karena lempeng tektonik tergelincir lebih dari 18 meter, kata Shengzao Chen, seorang ahli geofisika USGS.

Jepang terletak di sepanjang “cincin api” Pacific, area aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi, yang  membentang dari Selandia Baru di Pasifik Selatan, melalui Jepang, menyeberang ke Alaska dan ke pantai barat Utara dan Amerika Selatan. Gempa itu “ratusan kali lebih besar” dari gempa tahun 2010 yang melanda Haiti, kata Jim Gaherty dari LaMont-Doherty Earth Observatory di Columbia University.

Gempa Jepang mempunyai kekuatan mirip  dengan gempa bumi Aceh 26 Desember 2004 di Indonesia yang memicu tsunami . Gempa Aceh menewaskan lebih dari 200 ribu orang di lebih dari selusin negara di sekitar Samudera Hindia. “Tsunami itu dikirim kira-kira sebanding dalam hal ukuran,” kata Gaherty.

Gempa Jepang datang hanya beberapa minggu setelah gempa 6,3 SR melanda Christchurch pada tanggal 22 Februari, menumbangkan bangunan bersejarah dan menewaskan lebih dari 150 orang. Jangka waktu dari dua gempa telah menimbulkan pertanyaan apakah kedua insiden terkait?

Minggu, 26 Desember 2010

Cara Menampilkan Status YM (offline/online) di Kaskus


Caranya adalah :
1. copy tulisan ini :
[url="ymsgr:sendIM?IDYM"][img]http://opi.yahoo.com/online?u=IDYM&m=g&t=14[/img][/url]


2. IDYM = diganti dengan ID YM kamu dan 14 = gambar status YM, bisa diganti 1-16, seperti dibawah ini :


1.

2.

3.

4.

5.

6.


7.

8.


9.


10.


11.


12.


13.


14.


15.


16.


Terima Kasih

Kamis, 02 Desember 2010

Jual Komputer Mugen Pentium 4.2800

Saya jual Komputer Mugen Pentium 4.2800 (pemakaian pribadi)

Spesifikasi :
Processor Intel Pentium 4 CPU 2.8GHz
Mainboard NS35-SC
Hard Disk 20Gb Maxtor 2B020H1
DVD RW LG
Floppy Disk Drives 1.44
Memory 128 MB DDR PC2100
Keyboard dan Mouse Optical
VGA, Sound dan Usb Port On Board
Power + Casing USB Depan
Cassing ATX
Power Supply Simbadda 380 Watt
Windows XP Profesional Original (OEM) + CD windowsnya + CD driver Mugen
Monitor CRT Tabung 15” Hansol


Gambar Depan :



Gambar Samping :



Gambar Mainboard :


Harga Rp 1.700.000 bisa Nego

Hubungi :
Telp : 081288250676 (SMS)
E-mail : mailmacho@yahoo.com

Sabtu, 30 Oktober 2010

Gempa Mentawai menimbulkan Tsunami

Gempa berkekuatan 7,2 skala richter yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada hari Senin, tanggal 25-10-2010 pada pukul 21.42 WIB ternyata menimbulkan tsunami besar yang menimbulkan banyak korban. Hingga pukul 00.00 WIB tadi malam, tsunami yang menyapu Mentawai dilaporkan menewaskan 113 orang dan 502 orang lainnya dinyatakan hilang.

Data jumlah korban tewas ini sesuai dengan rilis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tadi malam. "Total yang sudah meninggal 113 dan yang hilang 150," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes Mudjiarto dalam siaran persnya.

Dia menjelaskan, korban meninggal di Desa Sipora mencapai 18 orang, dan 5 hilang, di Pagai Selatan 20 meninggal dunia dan 4 orang hilang. Di Sikakap meninggal 7 orang dan 1 orang hilang, dan di Pagai Utara meninggal 58 dan hilang 140. "Petugas masih melakukan evakuasi," tambahnya.

Sementara dari rapat koordinasi penanggulangan gempa dan tsunami Mentawai yang dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang tadi malam, jumlah korban tewas disebut sebanyak 112 orang. Tapi, jumlah korban hilang jauh lebih banyak dari data Kemenkes, yakni mencapai 502 orang. Dari rapat itu juga terungkap jumlah pengungsi mencapai  645 Kepala Keluarga (KK).

Sedangkan kerusakan bangunan, sekitar 80 persen pemukiman di tiga kecamatan di Mentawai, yakni Kecamatan Pagai Selatan, Sikakap dan Pagai Utara rata dengan tanah. Untuk fasilitas umum, baru tercatat 1 unit bangunan yang rusak berat, dan 1 jembatan permanen hancur.

Selain itu, dua kapal pesiar juga mengalami nasib naas. Satu di antaranya terbakar, namun 8 warga negara Australia dan satu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di dalamnya dilaporkan selamat. Mereka selamat setelah ditolong oleh salah satu kapal yang kebetulan melintas di tempat itu. Sementara 1 kapal pesiar lagi dinyatakan hilang kontak, dan belum diketahui nasibnya.

Tsunami terparah dialami kawasan Muntai Baru, Pagai Utara, karena di tempat ini ketinggian tsunami mencapai separuh tinggi rumah warga. Saat ini belum ada laporan korban jiwa di tempat ini, karena pemerintah provinsi maupun pemerintah setempat masih kesulitan untuk mencapai kawasan tersebut. Akibat sapuan tsunami ini, sekitar 80 persen rumah penduduk di kawasan ini rata dengan tanah. Di tempat ini, sekitar 100 warga dinyatakan hilang.

Di Kampung Malakopak juga mengalami nasib sama. Sekitar 150 rumah penduduk di kawasan ini hancur tersapu tsunami dengan ketinggian 6 meter. Sedangkan Resort Makaroni, Desa Silabu rusak berat. Namun seluruh karyawan resort selamat bersama  empat orang asing yang sedang berada di tempat itu saat kejadian.

Sebelumnya satu di antara empat warga asing yang berada di Resort Makaroni diseret ombak sejauh puluhan meter. Tapi tak lama kemudian ia ditemukan selamat. Di tempat lain, sekitar 150 rumah di Kampung Silabo dan Muaro Takohape hancur, 3 gereja serta 1 mesjid juga ikut hancur.

"Kami baru mendapat kabar kejadian ini setelah beberapa jam dari kejadian gempa dan itu masih bersifat sementara. Untuk penanggulangan bencana, 5 tim dari Basarnas Sumbar, Tim Pramuka, Tim Tagana, Tim BNPB Sumbar dan Tim Medis dikirim ke lokasi kejadian pada Selasa (26/10) malam. Setiap tim beranggotakan 20 hingga 30 anggota,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Sumbar Harmensyah kepada Haluan (grup Sijori Mandiri) di ruang kerjanya, kemarin.

Harmensyah mengatakan, kejadian tsunami ini sangat cepat, karena kawasan Pagai Selatan berada di kawasan titik gempa. Tsunami di tempat ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 21.52 WIB  atau 10 menit setelah gempa terjadi. Bahkan tsunami ini terjadi sebelum BMKG mencabut pernyataan potensi tsunami di Padang. "Tim Kaji Cepat BPBD yang dikirim ke Mentawai ini mengangkut kebutuhan awal yang dibutuhkan korban tsunami, seperti tenda darurat, makanan dan minuman, selimut, peralatan dapur, obat-obatan, kantong mayat  serta kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh masyarakat di sana," ujar Harmensyah.

Sementara itu, Bupati Mentawai Edison Saleleu Baja kepada Haluan yang kemarin berada di Kota Padang mengatakan, beberapa kapal pengangkut untuk membawa bantuan logistik telah dikerahkan dari Tua Pejat menuju Pagai Selatan, Mentawai. "Saat ini proses pencarian korban masih berlangsung. Sejumlah bantuan juga telah dikirim dari Tua Pejat. Kami juga telah membentuk berbagai posko untuk melayani dan membantu korban gempa dan tsunami," ujarnya.

Edison mengatakan, korban gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai masih membutuhkan tenda darurat, makanan dan minuman, selimut, obat-obatan, serta kebutuhan lainnya. Menurutnya, Pemkab Kepulauan Mentawai telah mengusulkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk penanggulangan bencana ini ke Pemprov Sumbar.

Terjadinya tsunami di Mentawai setelah guncangan gempa 7,2 SR ini sangat mengagetkan. Pasalnya, hingga Selasa siang sama sekali tidak ada informasi mengenai korban jiwa ataupun kerusakan yang ditimbulkan gempa itu, apalagi tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang sempat merilis bahaya tsunami sesaat setelah gempa terjadi, tetapi mencabutnya sekitar 30 menit kemudian.

Berita tsunami ini baru tersiar pada Selasa siang atau lebih dari 12 jam setelah gempa dan tsunami terjadi. Sulitnya akses informasi ke dan dari Mentawai membuat berita ini lambat tersiar ke publik.

Ribuan warga Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap, Pulau Pagai Selatan, tadi malam memilih tidur di sejumlah tempat pengungsian yang tersebar di perbukitan, masjid dan gereja karena takut terjadinya gempa susulan.
Effendi Idris (29), salah seorang warga Desa Sikakap yang dihubungi melalui telepon tadi malam, mengatakan tidak ada masyarakat yang berani tidur dan memempati rumah karena khawatir akan terjadi gempa susulan disertai ancaman tsunami.

Menurut dia, warga lebih memilih berjaga-jaga dan tidur di luar rumah seperti di perbukitan, masjid dan gereja yang berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga meskipun cuaca cukup dingin. "Mulai dari anak-anak hingga orang tua malam ini berkumpul di beberapa titik pengungsian berjaga-jaga terjadinya gempa susulan," kata dia.

Desa Sikakap yang dihuni sekitar 3.000 penduduk itu berjarak 50 meter dari garis pantai yang menghadap ke Pulau Sumatera dan tepat berada di Selat Sikakap yang menghadap ke Pulau Sumatera. "Karena posisinya yang tidak berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, desa tersebut tidak terkena dampak langsung tsunami  dan tidak ada kerusakan yang berarti namun warga tetap khawatir," lanjut Effendi.

Ia mengatakan, hingga malam ini masih sering terjadi gempa susulan yang getarannya cukup kuat yang dirasakan langsung oleh warga.
Saat ini logistik masih tersedia untuk beberapa hari ke depan, namun ia mengharapkan pemerintah segera mengirim bantuan berupa makanan, pakaian serta obat-obatan.

Untuk Kota Padang, meski tidak terjadi tsunami, namun sejumlah kawasan di Pasaraya Padang tampak sunyi sebagai dampak kejadian tersebut, Selasa (26/10). Bahkan kawasan Pasaraya Padang yang biasa dipenuhi pengunjung, kemarin tampak sepi.  Bahkan para pedagang, tukang ojek, tukang parkir mengaku mengalami penurunan omset hingga 80 persen.

“Dari pagi sampai sore tidak banyak pembeli yang datang. Jangankan pembeli, orang lewat saja di depan toko saya sangat langka. Mungkin pengaruh gempa Senin malam, sehingga masyarakat masih takut untuk ke luar rumah,” ujar Ani (45), salah seorang pedagang pakaian di Pasaraya.

Dampak gempa juga dirasakan di sebagian besar sekolah di Kota Padang. Akibat gempa, anak-anak sekolah, terutama siswa SD banyak yang tidak hadir ke sekolah kemarin. Mulai dari alasan takut, trauma, hingga masih berada di tempat pengungsian di rumah sanak family mereka. Bahkan sejumlah sekolah sengaja memulangkan siswanya lebih awal dengan alas an takut gempa susulan.

Di SD 15 Lolong Padang, dari 166 jumlah total siswa di sekolah ini, yang hadir hanya mencapai sekitar 70 hingga 80 orang. Bahkan di sekolah ini banyak orangtua murid yang menunggu anaknya di sekolah, karena takut akan kembali terjadi gempa besar. “Perasaan cemas masih dialami siswa, namun proses pembelajaran tetap berjalan, meski lebih cepat dari hari biasa. Kami sangat memaklumi kondisi psikologis anak dan orangtua yang mencemaskan anaknya,” ujar Kepala Sekolah SD 15 Lolong Padang Yusfiarti, kemarin.

Tak jauh dari sekolah itu, kondisi yang sama juga dialami oleh SD  23 Lolong Padang. Di sekolah ini sekitar 35 persen siswa tidak datang ke sekolah. Menyikapi keresahan masyarakat ini, Ustad Boy Lestari Datuk Palindih mengatakan, bencana yang melanda Sumbar saat ini harus disikapi dengan arif serta meningkatkan pendekatan diri dengan Yang Maha Pencipta.

Menurutnya, setiap orang tidak bisa lari dari bencana dan tidak perlu panik menghadapinya. Ia menilai, orang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa akan merasa tenang dalam semua keadaan.
“Jika ada gempa, tsunami mengancam, silahkan lari menyelamatkan diri, tetapi jangan panik. Dalam Al Quran telah dijelaskan, bahwa kita harus berdoa dan berusaha, termasuk dalam kondisi seperti ini. Jangan mentang-mentang nasib dan mati ditentukan Tuhan lalu kita pasrah saja ketika gempa dan tsunami, itu tidak benar,” jelas Boy Lestari.

Gempa dan Tsunami Mentawai :
Magnitudo          : 7,2 SR
Waktu kejadian  : Senin pukul 21.42
Pusat gempa      : 3.61 LS dan 99.93 BT
Kedalaman         : 10 kilometer dpl
Korban               :  489 tewas, 128 hilang dan masih bertambah.

Cara Mudah Dan Murah Berantas Nyamuk

Nyamuk cukup mengganggu dan sangat berbahaya sebagai penyebar berbagai penyakit mematikan. 

Cairan pembunuh serangga di pasaran kurang efisien dan bahkan membawa dampak sampingan yang serius. 

Berikut ini cara MUDAH dan MURAH yang bisa dicoba. 
Cocok untuk segala kondisi pemukiman, sekolah, rumah sakit, dll. 
Sangat KREATIF bila dikenalkan pada para siswa sekolah untuk dicoba di sekolah dan di rumah 
masing-masing. 

Yang dibutuhkan : 
- 200 ml air 
- 50 gram gula merah 
- 1 gram ragi (beli di toko makanan kesehatan, warung, atau pasar) 
- botol plastik 1,5 liter 

Langkah-langkah pembuatan sebagai berikut :

1. Potong botol plastik di tengah. 
Simpan bagian atas/mulut botol.


2. Campur gula merah dengan air panas. 

Biarkan hingga dingin dan kemudian tuangkan di separuh bagian potongan bawah botol. 



3. Tambahkan ragi. 

Tidak perlu diaduk. Ini akan menghasilkan karbon-dioksida. 



4. Pasang/masukkan potongan botol bagian atas dengan posisi terbalik seperti corong. 



5. Bungkus botol dengan sesuatu yang hitam, kecuali bagian atas, dan diletakkan di beberapa sudut rumah anda. 


Dalam dua minggu, Anda akan melihat jumlah nyamuk yang mati di dalam botol. 


Selain membersihkan habitat mereka, tempat berkembang biak nyamuk, kita dapat menggunakan metode ini sangat berguna di sekolah-sekolah, TK, rumah sakit dan rumah. 


Selamat mencoba.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Istriku Kau Hamili gantikan Istrimu Untuk Ku


Jika istri orang direbut kemudian pelaku dibunuh, mungkin ini sudah sering diberitakan. Namun yang terjadi kali ini beda. Bukannya pria yang telah merebut istrinya dilaporkan ke polisi, tapi istri dari pria itu diminta (ditukar-red) sebagai ganti.

Kejadian ini menimpa pasangan suami istri (pasutri) Khoirul Anwar (46) dan Kamariyah (38), warga Desa Toronan, Kecamatan Kota, Kabupaten Pamekasan dan pasutri Sugianto (40) dan Jamilah Dawiyah (38) warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Gara-gara Kamariyah, ibu tiga anak itu diajak selingkuh oleh Sugianto hingga hamil kemudian melahirkan anak, Khoirul menuntut Sugianto, teman akrabnya sendiri agar menyerahkan Jamilah, istrinya kepada dirinya.

Kasus ini terungkap dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Kamis (21/10/2010), dengan hakim ketua Hendra Yusar dan jaksa penuntut umum (JPU) Nurhalifah, dengan dakwaan Sugianto melarikan istri orang.

Menurut Khoirul, yang ditemui seusai sidang, dari pada dirinya membunuh Sugianto, yang sudah memilik empat anak, karena telah merebut istrinya, lebih baik ia menuntut istri Sugianto diserahkan kepadanya.

“Ini sama-sama adil dan tidak ada yang dirugikan. Apalagi Kamariyah sudah tidak cinta lagi kepada saya. Begitu juga Jamilah kecewa lantaran dikhianati, suaminya berselingkuh dengan istri saya,” kata Khoirul. Sementara Jamilah, yang saat itu berada di samping Khoirul, hanya tersenyum, seperti mengiyakan.

Dikatakan Khoirul, kasus perselingkuhan ini bermula dari acara jalan-jalan santai di Pendapa Kabupaten Pamekasan dua tahun lalu. Saat itu, Sugianto teman satu partai dengan Khoirul terlihat akrab dengan istrinya dan memberikan jajan.

Diam-diam, rupanya Kamariyah sering mengadakan pertemuan dengan Sugianto, hingga mengundang pergunjingan tetangga. Bahkan, Kamariyah kemudian menggugat cerai di Pengadilan Agama (PA) Pamekasan. Karena belum tuntas, Khoirul mengajukan proses banding.

Di saat proses banding itu, Kamariyah menghilang dalam waktu lama dan tiba-tiba pulang ke Khoirul, dalam kondisi hamil tua, yang diduga hasil hubungan dengan Sugianto. Keruan saja Khoirul sakit hati dan melaporkan Sugianto ke Polres Pamekasan dengan tudingan Sugianto melarikan istrinya. Kasus ini kemudian diproses hingga persidangan.

Sementara Sugianto usai persidangan langsung pulang. Begitu juga Kamariyah, yang juga hadir di persidangan itu hanya terlihat diam.

Kasus suami menukar istrinya dengan istri orang lain juga terjadi di Tulungagung. Rohman (40) warga Desa Wungu Kecamatan Sumbergempol dan tetangganya Kamim (35) terlibat perkelahian seru, Selasa (19/10/2010). Saat diperiksa di Mapolsek Sumbergempol, Rohman mengaku dendam kepada Kamim. Pasalnya, Kamim telah menyelingkuhi istrinya, WJ (35) hingga dirinya harus menceraikannya. Dan WJ pun diserahkan Rohman kepada Kamim.

Hal itu dibenarkan oleh WJ yang ikut hadir di Mapolsek Sumbergembol. Namun, WJ menambahkan bahwa sebelumnya Rohman juga telah menyelingkuhi istri Kamim. Hingga akhirnya Kamim pun menceraikan istrinya dan akhirnya diserahkan kepada Rohman.